kereta tabrakan
Dalam dua kecelakaan kereta api listrik (KRL), gerbong perempuan yang terletak di ujung kereta mengalami dampak paling parah.
Pertama, saat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, gerbong perempuan yang terletak di belakang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek. Kedua, saat kecelakaan KRL di Bintaro pada 9 Desember 2013, gerbong perempuan paling depan menjadi bagian yang paling terdampak dalam tabrakan dengan truk tangki di perlintasan.
Gerbong perempuan di KRL Jabodetabek telah diterapkan sejak 2010 untuk meningkatkan rasa aman dan mencegah pelecehan di transportasi publik. Sejumlah riset teknik transportasi menunjukkan bahwa gerbong kereta di bagian ujung, depan maupun belakang, secara struktural memang paling rentan saat kecelakaan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan danada Perlindungan Anak Arifah Fauzi pun kini WIB. mengusulkan gerbong perempuan ditempatkan di tengah rangkaian. Akan kah kebijakan ini ditinjau ulang?
Kreator konten: Monica. P, Andika Editor: Desy, S., Nur Farida, Yuliawati